Seringkali seorang awam yang belum mengetahui dengan jelas apa dan bagaimana sebuah virus komputer bekerja akan dengan mudah memvonis keterlibatan virus, manakala komputernya mengalami gangguan. Benarkah demikian? Bila analisis Anda pun demikian, kerja sebuah virus akan menjadi seperti seorang tentara komando yang mengintip dalam kegelapan. Manakala
Anda merasa telah mengetahui siapa atau apa yang menyebabkan gangguan
pada mesin Anda, sang virus sedang menyeringai sambil manggut-manggut di balik “rerimbunan” program komputer. Dan ketika Anda lengah, dan merasa segala sesuatunya telah kembali normal, tahu-tahu...blam! Dan Anda telah kehilangan file atau sistem Anda.
SASARAN VIRUS
Virus pada dasarnya adalah sebuah program komputer, yang dapat mereproduksi dirinya sendiri dan menyebar dari suatu sistem ke sistem lain, sehingga menyebabkan sistem yang dimasukinya menjadi rusak atau hancur. Dalam melakukan penyerangan, virus biasanya melakukannya dengan cara melampirkan/menyertakan dirinya ke dalam suatu file. Penyertaan diri ke dalam file ini disebut attachment.
File-file yang sering dihinggapi oleh virus ini biasanya adalah file-file yang berupa “file eksekusi” atau file yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah program. Contoh file-file yang berbentuk “file eksekusi” ini adalah file-file yang pada kodenya diakhiri dengan .COM (command) atau .EXE (execute). Namun, jangan sekali-kali menganggap remeh serangan virus ini terhadap jenis-jenis file lainnya.
Selain kedua sasaran di atas, virus bahkan dapat meneruskan ekspansinya terhadap sektor-sektor lain pada sistem Anda, baik itu hard disk, floppy disk, memori, dan perangkat keras lainnya. Bahkan saat ini, dengan maraknya penggunaan internet, maka bahasa-bahasa skrip yang ditulis sebagai bahasa pembuat Web – yang termasuk jenis “file eksekusi” – juga dapat terinfeksi serangan virus.
Namanya juga virus. Jika diibaratkan tubuh manusia, virus menyerang sel-sel dan bagian tubuh yang berfungsi untuk menjalankan fungsi organ-organ tertentu, sehingga orang tersebut tidak bisa bekerja, cenderung lamban, dan pikirannya kacau. Jika virus tersebut tidak segera terdeteksi, dan dicarikan penyembuhnya, maka sistem tubuh akan rusak. Waspada terhadap virus sangat penting untuk mengetahui dampak-dampak apa saja yang bisa ditimbulkan, sehingga kita bisa mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan. Sama halnya dengan mendeteksi virus yang mungkin menyerang sistem tubuh kita.
Ada virus galak, ada virus baik (numpang lewat), ada virus serius, ada virus iseng. Maksudnya, ada virus yang menyerang dan benar-benar menghancurkan sistem beserta file yang ada pada sistem yang diserangnya, namun ada juga beberapa jenis virus yang dibuat pihak-pihak tertentu hanya dengan tujuan iseng, misalnya untuk menonjolkan jati diri seseorang (pembuatnya), atau untuk memberi peringatan. Ada juga – yang model begini sering menjadi awal untuk tahap berikutnya – yang dibuat untuk mengetes sistem Anda. Bila percobaannya sukses, maka si pembuat akan meningkatkan kemampuan virusnya sehingga makin dahsyat, dan selanjutnya bukan sekadar menguji lagi, namun mulai “mengobok-obok” komputer Anda. Maka jadilah komputer Anda sebagai kelinci percobaan!
Ancaman dan dampak yang bisa ditimbulkan akibat serangan virus ini dapat digolongkan menjadi beberapa bagian :
• Virus ganas, menghancurkan secara keseluruhan. Ia menyerang format disk pada setiap program atau data. Kerusakan yang ditimbulkan tidak dapat dipulihkan kembali. • Di bawahnya adalah virus yang menghancurkan sebagian saja. Virus jenis ini akan menghapus dan memodifikasi bagian file tertentu. Pada tahap selanjutnya, virus ini akan mempengaruhi setiap bagian file tersebut.
• Virus yang dibuat untuk menghapus dan memodifikasi file atau sekelompok file tertentu. Misalnya hanya menyerang file-file .DOC atau hanya menyerang “file-file eksekusi” seperti diterangkan di atas. Virus pada tingkatan selanjutnya adalah virus yang mengubah data pada media penyimpanan atau memori, yang dilakukan secara acak. Penyerangan dilakukan pada saat terjadinya eksekusi suatu perintah terhadap suatu program. Virus jenis ini juga dapat mengubah data-data lain pada sistem, misalnya mengubah nilai penekanan tombol (key), data dari perlengkapan input/output, dan data-data lainnya. Virus jenis ini merupakan saah satu jenis virus yang terbanyak.
• Virus yang menjenuhkan jaringan atau sistem. Virus jenis ini biasanya menggunakan memori komputer atau tempat lain secara sistematik untuk menghalangi pelaksanaan atau eksekusi suatu program tidak berjalan semestinya. Dengan menghalangi eksekusi akibat memori yang terganggu ini, maka program atau sistem bisa menjadi rusak. Virus yang menyerang memori ini juga merupakan salah satu jenis virus yang banyak mendapat perhatian serius.
Selain virus-virus yang menghancurkan di atas, ada juga beberapa jenis virus yang dibuat hanya untuk mengganggu si pemakai. Bila virus-virus ini aktif, akibatnya akan timbul gangguan pada komputer, misalnya pada tampilan , atau tahu-tahu ada pesan-pesan yang tidak diinginkan muncul, atau misalnya menghapuskan karakter yang muncul pada layar.
BAGAIMANA VIRUS MULAI MENYERANG
Ketika suatu virus mulai berada pada suatu sistem, ia tidak akan langsung melakukan penyerangan. Secara umum bisa digambarkan bahwa mereka memiliki suatu fase yang disebut fase infeksi, yakni masa di mana mereka mereproduksi dirinya, dan fase penyerangan, di mana mereka mulai menyerang dan menyebabkan kerusakan sistem dan sebagainya, tergantung bagaimana mereka diprogram.
Repotnya, para penulis berpikiran maju dalam membuat inovasi virusnya. Mereka membuat suatu sistem keseimbangan, yakni suatu cara yang membuat sebuah virus dapat memutuskan bagaimana dan kapan mereka mulai menginfeksi, dengan kemampuan untuk berkelit dari kemungkinan terdeteksi.
Kebanyakan virus bekerja dengan menempatkan kode-kode replika dirinya pada program-program lain, sehingga pada saat program tersebut dieksekusi, virus akan menyebar ke program-program lainnya. Jadi, virus yang telah “menempel” sebelumnya pada suatu program, tinggal menuggu trigger (pemicu) nya saja, yakni saat Anda mulai menjalankan program itu. Selain itu, dalam bekerja, virus yang pada dasarnya merupakan suatu program, dapat melampirkan (attach) salinan dirinya pada komputer Anda. Jika komputer Anda merupakan sebuah host (misalnya server) yang berhubungan dengan komputer lain, maka jika virus telah dieksekusi, komputer-komputer lain akan ikut tertular.
Jadi takut? Semua virus komputer itu pada dasarnya bisa ditanggulangi. Paling tidak sampai saat ini, sebagian besar virus yang menyerang sistem yang memang dipakai untuk aktivitas harian, sudah memiliki antivirusnya. Pertumbuhan jumlah virus selalu mendahului pengembangan antiviralnya. Ibarat penyakit pada manusia, ia datang lebih dahulu sebelum ada penawarnya. Tapi, jangan lantas bila sebentar-sebentar komputer Anda ngadat, virus lantas dianggap sebagai biang keladinya. Bisa jadi kinerja piranti Anda tidak maksimal, software Anda yang bajakan, atau sebab-sebab lain. Seperti kata seorang ahli virus, jangan terlalu khawatir terhadap virus, jauh lebih baik khawatir terhadap kopi yang Anda minum! (tok)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar