Halak Hutaimbaru Do Baya Au...

Minggu, 18 Juli 2010

Jelang Ramadan, Wisata Pantai Samas Bebas PSK

text TEXT SIZE :
Share
Ilustrasi razia PSK (dok.okezone)

YOGYAKARTA - Bulan suci Ramadan jatuh pada pekan ke dua bulan Agustus 2010 mendatang. Namun masyarakat di kawasan wisata Pantai Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta bersepakat selama bulan puasa kawasan wisata Pantai Samas harus bebas minuman keras, PSK dan karaoke (musik).
“Kesepakatan ini dibuat agar masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah puasa tidak terganggu dengan kegiatan yang bertentangan dengan agama, apalagi saat bulan puasa,” kata Sadino, Ketua RT 64, Dusun Ngepet, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Minggu (18/7/2010).

Menurut Sadino, secara detail kesepakatan yang dibuat warga berlaku bagi semua warga di Pantai Samas diantaranya, warung harus tutup pada pukul 00.00 WIB selama bulan Ramadan, stop musik, tamu menginap lapor kepada RT setempat, wanita wajib berpakian sopan, wanita yang merokok diharap di dalam rumah, selama satu pekan pada awal Ramadan dan satu pekan menjelang.

Lebaran, PSK harus bersih atau mereka pergi dari kawasan Pantai Samas. “Aturan itu dibuat atas kesepakatan bersama dan wajib ditaati oleh semua warga Pantai Samas,” tegasnya.

Ketua Pemuda Pantai Samas, Untung Siswaya menyatakan bagi warga yang tidak menaati aturan tersebut akan mendapatkan peringatan hingga tiga kali. Jika masih nekat buka warung lebih dari jam 00.00 WIB, menyalakan musik maka pemuda akan bertindak menyegel rumah atau warung yang nekat tersebut.

“Selama satu minggu, warga yang bersangkutan tidak boleh buka warung, menyalakan musik dan jika ada wanita PSK-nya maka harus angkat kaki dari rumah tersebut,” tegas Untung.

Parmi salah seorang pemilik warung dikawasan Pantai Samas mengaku akan menaati aturan yang ditetapkan oleh warga karena ingin menghormati warga yang ingin menjalankan ibadah puasa. Selain itu, agar citra wisata Pantai Samas kembali baik.

“Toh aturan ini hanya dilaksanakan selama bulan puasa dan tidak berlaku selamanya,” pungkasnya.
(Daru Waskita/Trijaya/lsi)

18 Juli 2010 - 20:07 wib

Sponsored By Yahoo Fashion Private - The Private Sales Club Join Indonesia's first exclusive online fashion club. Check here. www.fashionprivate.com > Berita Terpopuler * Dari Gang Sempit ke Amerika Serikat * Pesona Keindahan Negeri Ginseng * Pundi Amal SCTV Gelar Pengobatan Massal * Ada Sekolah Unggulan di Daerah Pelosok * Terlantar, Bocah Penderita Pembesaran Kepala * Selang Elpiji dan Regulator Banyak yang Lapuk * Harta Kebutuhan Pokok Terus Naik * PRSSNI Boikot Lagu Luna Maya * Truk Terbalik, Dua Tewas * Pelantikan PPS dan PPK Ricuh Jurnalis HAM Kolombia Ditolak Masuk ke AS

Addy Hasan
Artikel Terkait

* Belasan Tentara Tewas di Ladang Ranjau
* Replika Trofi Piala Dunia dari Kokain Disita
* Kandidat Pro-AS Menangkan Pemilihan Presiden Kolombia

09/07/2010 22:14
Liputan6.com, Bogota: Junalis khusus konflik dan hak asasi manusia (HAM) Hollman Morris ditolak memasuki wilayah Amerika Serikat. Padahal, jurnalis asal Kolombia tersebut akan diberi penghargaan oleh Universitas Harvard. Demikian dikatakan kurator Nieman Foundation Bob Giles di Massachusetts, AS, Kamis (8/7) waktu setempat.

"Kami sangat terkejut sang jurnalis TV itu dicegah masuk dan ini yang pertama kalinya terjadi. Padahal, Hollman sudah beberapa kali berpidato dan menerima penghargaan di AS. Karena itu, kami akan melayangkan surat protes ke Menteri Dalam Negeri", kata Giles.

Sementara, pihak kedutaan dan Kementerian Dalam Negeri AS enggan berkomentar alasan keluarnya surat cegah tangkal terhadap Hollman. Beberapa sumber yang enggan diidentifikasi menyebutkan program televisi independen Contravia milik Hollman dituding menyudutkan pemerintah Presiden Alvaro Uribe, sekutu AS. Bahkan, jurnalis itu dituding memiliki hubungan dengan kelompok pemberontak Revolusioner Kolombia atau FARC, namun Hollman berkeras menolaknya.(ADI/ANS/AP)